Blog untuk Catatan dan Berbagi

Menjadi seorang Hanoman



      Menjadi seorang Hanoman, pernahkah anda membayangkan untuk menjadi seorang tokoh pewayangan seperti Hanoman, anggodo dan yang lain jika tidak berarti sama dengan saya. Sebelumnya sayapun tidak pernah membayangkan akan menjadi seorang Anggodo maupun seorang Hanoman, tetapi saya pernah ditawari untuk menjadi seorang hanoman atau anggodo oleh teman saya. 

      Saat ditawari saya sedikit bingung terima atau gak ya, soalnya jika jadi hanoman atau anggodo pasti banyak yang mengejek. Tetapi saat itu saya putuskan untuk menerimanya karena saya rasa hidup itu harus ada warna, selain itu dengan menjadi hanoman atau anggodo juga dapat membantu melestarikan budaya pewayangan Indonesia.
            Pertama menjadi seorang Hanoman adalah ketika saya mempromosikan kegiatan kampus yaitu saat ulang tahun ITS, di ulang tahun ITS yang ke 50 itu PPNS menjadi tuan rumah sehingga mengadakan acara pitung dini pitung bengi atau tujuh hari tujuh malam. Kegiatan ini berisikan bintang tamu dari Jakarta seperti GIGI, kemudian pagelaran wayang, orkes melayu Monata dan masih banyak lainnya. Saya mempromosikan kegiatan ini keliling kampung di sekitar kampus, karena baru pertama saya menjadi seorang hanoman tingkah laku saya masih sedikit kaku. Tetapi lama kelamaan saya semakin menghayati peran ini, saat keliling ini banyak hal yang menarik dan menyenangkan. Mulai dari loncat – loncat, berlari dan berjalan seperti kera bahkan naik ke pohon. Selain itu saat menjadi hanoman kita dapat menggoda atau menakuti seseorang biar semakin rame suasananya. Tidak jarang juga saat menjadi hanoman ini banyak orang yang minta ingin foto bareng.
            Seperti yang saya bilang tadi jadi hanoman atau anggodo pasti banyak yang mengejek, sehingga setelah kegiatan ini tidak jarang orang yang mengatakan atau memanggil hanoman. Tetapi itu tidak membuat saya minder malahan saya senang karena tambah terkenal meskipun terkadang dengan panggilan hanoman. Menjadi hanoman memang sesuatu banget hehehe, kegiatan ini membuat saya ketagihan untuk melakukannya kembali. Akhirnya ada lagi kegitan promosi acara kampus dan saat upacara dies natalis sehingga saya tampil kembali, tetapi bukan menjadi seorang hanoman sekarang saya menjadi anggodo yang berwarna merah. Total saya menjadi hanoman atau anggodo adalah sebanyak empat kali, dua untuk promosi kegiatan kampus dan dua untuk mengisi acara dies natalis. Kegiatan ini sangat menyenangkan dan tak mungkin bisa dilupakan, itu adalah kenang – kenangan indah saat menjadi mahasiswa. Selain belajar kita juga ikut melestarikan budaya dan ikut meramaikan kegiatan sehingga membuat orang – orang tertawa ketika melihat tingkah kita yang lucu saat menghayati seperti Hanoman atau Anggodo.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Menjadi seorang Hanoman

4 komentar:

  1. Apapun karakter yang diperankan, paling tidak kan secara tidak langsung sudah turut serta dalam melestarikan budaya bangsa kan Sob. :)

    ReplyDelete
  2. yoi sob,,,
    terima kasih sudah berkunjung...

    ReplyDelete
  3. bener sob, melestarikan seni daerah kalau bukan qt siapa lagi?

    ReplyDelete

Terima Kasih Atas kunjungannya, semoga artikel diatas dapat bermanfaat. Jika ada saran atau kritik tolong tinggalkan komentar anda disini dan gunakan kata-kata yang bijak.