Blog untuk Catatan dan Berbagi

Kurangnya Regenerasi Petani

image pendowo.blogdetik.com

           Sekarang jaman semakin maju, mulai dari kemajuan teknologi dan kehidupan sehari – hari. Kemajuan teknologi ini juga berdampak positif dalam bidang pertanian, yang dahulu menggunakan tenaga hewan seperti kerbau atau sapi untuk membajak sawah sekarang dapat menggunakan mesin pembajak.

Selain itu dahulu menggunakan tenaga manusia untuk menumbuk padi sekarang sudah ada mesin penggiling padi, semua teknologi ini prosesnya  lebih cepat dibandingkan dengan tenaga manusia. Tetapi sayangnya kemajuan dan kemudahan dalam pertanian ini tidak dibarengi dengan regenerasi petani yang baik. Coba kita lihat di desa – desa yang menjadi petani adalah orang yang umurnya sudah tua, para petani ini mengaku mereka kesulitan untuk mencari anak muda untuk diajak membantu mereka. Hal tersebut juga terjadi di daerah saya di Prambon petani adalah orang yang umurnya sudah tua sekitar lima puluh tahunan. Hal ini dikarenakan sebagian besar para pemuda di desa lebih memilih untuk merantau ke kota atau bekerja di pabrik untuk mencari rizki daripada bertani di desanya. Hal ini sangat disayangkan karena jika jumlah petani berkurang maka kemerosotan hasil panen juga dapat berkurang, sehingga negara kita yang dulu terkenal dengan pertaniannya lama – lama akan hilang dan kita akan bergantung dengan barang – barang ekspor yang kualitasnya belum tentu lebih bagus dengan hasil petani Indonesia.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Kurangnya Regenerasi Petani

4 komentar:

  1. He em... aku setuju ama artikel ini :)

    ReplyDelete
  2. iya gan, sekarang jarang yng pengen jadi petani...

    ReplyDelete
  3. apa cita-cita kalian jika besar nanti anak2? jadi dokter bu guruuu... jarang sekali yg pengen jd petani, toh menjadi petani bkn berarti hrs hidup miskin kan. petani sukses juga banyak

    ReplyDelete
  4. heheh
    iya gan, sekarang kan juga petani gak susah kayak dulu, banyak alat-alat yang sudah canggih untuk digunakan

    ReplyDelete

Terima Kasih Atas kunjungannya, semoga artikel diatas dapat bermanfaat. Jika ada saran atau kritik tolong tinggalkan komentar anda disini dan gunakan kata-kata yang bijak.