Blog untuk Catatan dan Berbagi

Arti Sebuah Pengkaderan


              Pengkaderan, pertama kali dengar kata itu kita pasti akan berfikir bahwa itu adalah sebuah kegiatan pengajaran kadang juga pemaksaan kehendak yang dilakukan seorang Seniornya kepada Juniornya. Sayapun juga berfikir seperti itu, pertama saya masuk di perguruan tinggi banyak dari teman – teman saya yang bilang bahwa di Perguruan Tinggi itu kegiatan Pengkaderan sudah biasa dilakukan dan seorang maba atau mahasiswa baru itu harus ikut atau wajib untuk mengikuti kegiatan pengkaderan ini. Karena kegiatan ini dianggap sangat bermanfaat bagi para mahasiswa baru agar mereka dapat akrab dengan seniornya atau dengan teman sesama mahasiswa baru.

            Setelah beberapa hari saya masuk kuliah, ada senior yang tiba – tiba datang ke kelas saya. Mereka menjelaskan yang harus dilakukan oleh seorang mahasiswa baru dan mereka bercerita tentang kegiatan dan organisasi yang ada di kampus. Ternyata yang datang ke kelas kami adalah senior yang satu program studi dan juga seorang boikoter atau seorang yang tidak mengikuti atau menolak kegiatan yang diadakan oleh seniornya dahulu. Mereka menjelaskan kenapa mereka menjadi seorang boikoter, alasan mereka adalah saat mereka menjadi maba (mahasiswa baru) mereka tidak dihargai sama sekali atau mereka diperlakukan dengan tidak pantas seperti dibentak dengan kata – kata kotor. Hal itu dilakukan tidak hanya sekali tapi berhari – hari, oleh karena itu mereka memutuskan untuk manjadi boikoter dengan tujuan mereka ingin memperjuangkan agar adik kelasnya nanti atau juniornya nanti tidak merasakan hal sama dengan apa yang mereka rasakan. Hal ini dilakukan dengan cara merubah sistem pengkaderan yang dilakukan oleh senior yang biasanya “menggurui” atau memaksakan kehendak dirubah dengan “Partner Divelopment”. Tetapi mereka berkata untuk merubah ini semua tidak mudah, karena senior mereka tidak dapat menerima sarannya dan semakin dibenci oleh seniornya. Tetapi mereka tidak putus asah mereka tetap berjuang karena merasa pengkaderan seperti ini sudah kuno dan tidak sesuai dengan tujuan pertama mereka untuk melanjutkan sekolah di Perguruan Tinggi.
            Setelah gagal untuk mengajak seniornya menjadi partner divelopment, mereka berfikir untuk merubah struktur organisasi kemahasiswaan yang ada di kampus. Yaitu untuk Himpunan Mahasiswa tidak hanya untuk jurusan melainkan tiap Program Studi ada Himpunan Mahasiswanya. Karena mereka merasa jika tiap jurusan banyak mahasiswa yang tidak terwakili. Kemudian mereka mengadakan rapat untuk membuat AD ART untuk Himpunan Prodi ini, setelah beberapa hari membuat AD ART ini merekapun mengajukannya ke Pihak Direksi. Tetapi pengajuan ini ditolak karena dirasa ini tidak masuk akal, tapi senior saya ini tidak langsung putus asah. Mereka menjelaskan bahwa di peraturan kampus terdapat peraturan bahwa mahasiswa dapat mengajukan perubahan struktur oragnisasi. Tetapi itu tetep saja tidak membuat usulan mereka diterima.
            Di tahun kedua mereka kuliah, senior saya ini mengadakan kegiatan – kegiatan yang bermanfaat untuk adik kelasnya seperti kuliah tamu,buka bersama dll. Tidak seperti saat mereka maba tidak ada kegiatan seperti ini yang ada hanya pengkaderan. Setelah banyak melakukan kegiatan – kegiatan yang bermanfaat ini mereka mulai diberi kepercayaan oleh pihak Direksi. Sehingga di tahun ketiga mereka kuliah dan saat saya menjadi seorang mahasiswa baru, mereka disuruh mengkaji ulang AD ART nya agar menjadi lebih baik lagi. Setelah selesai mengakaji ulang AD ART dan  diserahkan ke pihak Direksi Mereka disuruh menunggu hingga beberapa bulan untuk menunggu keputusan dibolehkan atau tidaknya membuat sebuah Himpunan Mahasiswa Prodi. Dan akhirnya pada tahun ke empat mereka kuliah Himpunan Program studi ini disetujui. Dalam perjalanan pengajuan Himpunan Mahasiswa Program Studi ini senior saya juga  tidak lupa untuk melaksanakan tujuan awalnya  yaitu program “Partner Divelopment” dengan para Mabanya. Program Partner Divelopment ini saya rasa sangat efektif dan bagus, karena dampak dari program ini saya rasakan sendiri. Yaitu perlakuan mereka kepada saya dan teman – teman saya sangatlah baik, mereka tidak pernah menggurui kita mereka selalu mengajak sharing bersama atau selalu berfikir bersama untuk menyelesaikan suatu problem dan mereka tidak pernah berkata – kata kasar kepada kami sehingga kamipun senang untuk belajar karena tidak ada rasa paksaan. Setelah Himpunan kami terbentuk, kami melakukan lebih banyak kegiatan dan semua itu bermafaat bagi teman – teman semua seperti kegiatan kuliah tamu, kunjungan industri, lomba antar prodi bahkan kami dapat mewakili lomba antar perguruan tinggi.
            Jadi, pengkaderan itu tidak harus memaksakan kehendak atau menggurui seseorang apalagi membentak. Tetapi lebih baik kita melakukan Partner Divelopment dengan cara mengajak musyawarah atau sharing bersama maka orang tersebut akan lebih suka, selain itu kita juga akan dapat ilmu dari sharing – sharing tersebut.
Terima kasih, semoga bermanfaat.

Arti Sebuah Pengkaderan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Mochammad karim Al Amin

29 komentar:

  1. menarik...
    tujuan pengkaderan apa mas?
    kok sampe segitunya, lalu birokrasinya kok bisa goal kan penghapusan pengkaderan gimana?

    ReplyDelete
  2. menarik.
    emang apa seh mas tujuan pengkaderan sebenarnya?
    waaah kok bisa kayak gitu, trus gimana birokrasi bisa goal kan pembekuan pengkaderan ini?

    ReplyDelete
  3. kalau menurut saya tujuan pengkaderan itu menyiapkan suatu regenerasi baik tanpa ada rasa paksaan dalam proses penyiapan tersebut, agar saat mereka ditinggal oleh seorang pemimpin atau ketua tidak terjadi kekosongan dan mereka dapat berjalan sendiri. selain itu juga memperkenalkan sesuatu keadaan baru kepada seseorang yg belum mengetahuinya,,,,

    kalau dulu itu, kenpa pengkaderan di kampus kita beku karena pangkedaran di kampus kita itu salah pelaksanaannya. Mereka melakukan pengkaderan tidak pantas kepada yang dikader dan itupun ilegal tidak mendapat perstujuan dari kampus. Sehingga setelah hal itu diketahui maka pengkaderan di kampus kita dibekukan ...

    ReplyDelete
  4. hehehe,, tujuan pembentukan karakter nya kok gak disebut?

    waaah,, lalu bentuk pengkaderan seperti apa yang seharusnya dilakukan? di atas disebutkan partner development,, contoh kegiatan nya seperti apa?

    ReplyDelete
  5. lalu berarti aku tarik kseimpulan, sebenarnya perlu ya pengkaderan itu..? tapi perlu lah di kaji seperti apa bentuk pengkaderan itu?
    tapi dalam substansi nya, jelas2 di hantam rata di larang melakukan pengkaderan? berarti dosen pun tidak boleh mengajar atau memberi kuliah, karena kuliah pun salah satu bentuk pengkaderan.

    ReplyDelete
  6. lalu berarti aku tarik kseimpulan, sebenarnya perlu ya pengkaderan itu..? tapi perlu lah di kaji seperti apa bentuk pengkaderan itu?
    tapi dalam substansi nya, jelas2 di hantam rata di larang melakukan pengkaderan? berarti dosen pun tidak boleh mengajar atau memberi kuliah, karena kuliah pun salah satu bentuk pengkaderan.

    ReplyDelete
  7. ooh,, iya pembentukan karakter adalah salah satu tujuan pengkaderan pula sebenarnya, belum dituliskan tadi.. hehehe..
    di artikel itu disebutkan bentuk pengkaderan struktural mahasiswa yang baik adalah dengan partner development, contoh nya seperti apa? bukan nyaa itu ilegal pula? kan juga bentuk pngkaderan?

    ReplyDelete
  8. hehhe
    alasan knp pembentukan karakter gak disebut karena karakter seseorang kan sudah ada pada diri orang tersebut, tanpa dibentuk mereka pasti punya suatu karakter masing - masing...
    partner Development itu ya seperti Sharing - sharing, ngobrol bareng, diskusi, memang partner development ini ilegal, tp kan kegiatan ini tidak merugikan seseorang karena kegiatan ini tanpa ada unsur pemaksaan...
    dikaji seperti apa? apakah jika mereka diberi kesempatan mengkader mereka tidak akan berbuat memaksa orang lain untuk mengikuti kata2nya dan menjamin tidak ada boikoter,,,
    kalau dosen kan saya rasa sudah profesional, jadi mereka berhak untuk memberikan ini, yg kita bicarakan tentang mahasiswa mereka pergi kekuliah sama - sama ingin beljar jd mari kita beljar bersama :)

    ReplyDelete
  9. memang partner itu belum dapat persetujuan, tp dulu kita mengajukan itu kata mereka di kampus kita sudah ada study Center jadi tidak perlu mengajukan,, dan hal ini juga tidak ada pihak yang dirugikan jadi saya tidak apa - apa dilakukan...

    ReplyDelete
  10. naah,, kan tetap aja ilegal kalo kita rujuk pada aturan, kan tidak spesifik sasaran nya dan yang dimaksud bentuk pengkaderan seperti apa.
    kalo gitu harus ada pembenahan dalam substansi.
    dimana2 sampai saat ini pun kita juga mengalami pengkaderan, hehehe.

    waah, kenapa di toalak? study center sma partner development emang ada persamaan? eman e .

    ReplyDelete
  11. kalo dalam artikel itu disebutkan konteks nya adalah tindakan2 represif yang tidak manusiawi, menggurui, lalu pemaksaan.
    banyak lhoo kalo kita bicara tentang orang2 akademika yang seperti itu, termasuk dosen dan siapa pun dalam lingkup kampus. kan tidak jauh beda dengan yang anda tekankan dalam artikel. berbicara pengkaderan yang seperti itu berarti ada pula konteks ketidakadilan yang terjadi,,
    ini baru secar horizontal antar mahasiswa, lalu yang vertikal? lebih banyak ketidak adilan..
    kok juga tidak anda tekankan.. hehehe

    ReplyDelete
  12. iya memang belum distujui, tp kita caranya berbeda dengan pengkaderan yang umumnya pengkaderan itu biasanya identik dengan pemaksaan dan berkata tidak sopan, iya pengkaderan memang luas, tp yg saya tidak stujui itu pengkaderan yang memaksa seseorang oleh karena itu cobalah kita ruba yg biasanya dari senior ke junior kita rubah menjadi diskusi atau belajar bersama...
    iya karena kita dulu mengajukannya bukan dalam bentuk partner development, tp student development,, student development ini berisi tentang partner development dan peningkatan skill mahasiswa baik soft skill maupun hard skill,,
    tp mungkin mereka salah persepsi dikira student development sama dengan study center yang biasanya juga mengadakan pelatihan buat mahasiswa...

    ReplyDelete
  13. terima kasih, atas kritik dan saran atas artikel ini,,, atrikel ini saya maksutka untuk pengkaderan yang dilakukan oleh mahasiswa...

    memang masih ada dosen atau pengajar yg seperti itu, tapi saya rasa yang mereka lakukan itu tidak seperti yang biasa dilakukan oleh senior kepada juniornya saat melakukan pengkaderan, dan selain itu kan juga tugas dosen untuk mengajar atau meggurui karena dosen adalah guru jadi mereka tahu mana yang baik dan tidak untuk muridnya,,, dan jika mereka berbuat yang tidak adil ya kita coba ajak ngomong atau sharing pengajar tersebut...

    ReplyDelete
  14. sedangkan pembentukan karakter sebagai mahasiswa tidak ada ya di partner development?
    lalu partner development feedback nya apa? berarti kan untuk kepentingan mahasiswa sendiri. bagi mahasiswa selama ini kan berpikir kuliah ya untuk pribadi, ya untuk personal, bukan untuk kepentingan komunal.. padahal kuliah dari uang rakyat, dan kita ini beban rakyat, percuma donk kalo itu dikhususkan kepentingan personal yang ikut.

    ReplyDelete
  15. waaah,, kalo gitu kebebasan berpendapat yaaa yang belum ada dan belum jalan. tidak ingin belajar hal baru , ya memang seeh kita adalah praktisi, tapi apa salahnya kita belajar hal baru.

    stigma kampus berubah jadi penghasil robot jadinya..

    ReplyDelete
  16. ada, karena dalam proses ini karakter seseorang akan terbentuk sendiri dalam kegiatan ini,, apa kita harus membentuk karakter seseorang jika seseorang tersebut punya karakter sendiri? apkah kita harus merubah karakter mereka seperti karakter yang kita inginkan? heheh
    dalam kegiatan kita juga tidak mementingkan diri sendiri kok, mohon maaf ya, buktinya dulu saat terjadi bencana di merapi kita juga ikut membantu dan kita mengajukan ke kampus untuk mengajukan dana sebelum tidak ada yang seperti ini,,,, jadi kita tidak berfikir hanya untuk diri kita sendiri,,,

    ReplyDelete
  17. hah mengenai hal itu mari kita bicarakan, anda kepingin hal baru seperti apa? nanti kita coba rembuk bareng dan kita ajukan ke pihak kampus,,,
    biasanya kampus kalau kita bisa membuktikan dahulu dan hasilnya baik Insya Allah diterima...
    jadi mari kita adakan kumpul bareng, selain itu kan sudah kebentuk kahima yg baru mari kita adakan diskusi bersama,,,,

    owh ya sekarang maslah di kampus kita adalah peira BEM, seharusnya kan mereka itu pemira bulan juni awal tp skarang malah mundur sampai oktober... gmn menurut anda?

    ReplyDelete
  18. kenapa tidak mengajak yang lain dalam kegiatan itu?
    padahal mungkin saja yang lain juga melakukan nya tapi dalam bentuk penggalangan dana.

    Pemira Bem di undur.. hmmm..aku gatau yaa masalah ini alasan nya apa.
    kan masalahnya adalah tak adanya konstitusi dasar yang mengatur sampe sekarang tentang ketentuan ini.
    lalu menurut anda bagaimana?

    ReplyDelete
  19. kita dulu ngajak yang lain, dalam acara penggalangan dana tersebut semua jurusan terlibat dalam kegiatan iini,,,, jd bukan cuma jurusan kita saja...

    itu ada di peraturan bahwa masa BEM berakhir awal juni,, kalau kita yg kahima lama rencananya stelah hari raya mnghadap PD 3 untuk mempertanyakan ini...
    seharusnya kalau sudah selesai ya harus diadakan pemira,,,

    ReplyDelete
  20. naaah, perlunya dilakukan musma agar segera membentuk konstitusi dasar, udah ada BLM knapa ga tanya BLM? ini kan masalah horizontal, tidak seharusnya laah bertanya pada PD 3,, selesaikan dengan demokrasi secara karakter mahasiswa,,
    ini ranah mahasiswa, bukan lgi milik birokrasi (seharusnya seeh)

    ReplyDelete
  21. hahah
    ok terima kasih sarannya, kita nanti ajak BLM dan juga PD3 sama BEmnya juga untuk musyawarah bersama untuk membahas ini.. kemarin itu mau diadakn MUSMA tp gak tau kenpa tiba - tiba kok gak jadi,,
    Anda ikut HIMA pipa ya?

    ReplyDelete
  22. ngapain pakek PD3?
    seharusnya ya musyawarahkn aja dengan BEM dan BLM, dalam aturan kan jelas, Birokrasi hanya "mengetahui" bukan memutuskan, mereka gak ada hak memutuskan , cuma ngurusi masalah perijinan dan persetujuan pelaksanaan aja.
    apa guna nya Bem dan Blm ada, semua kan untuk mahasiswa, mahasiswa itu rakyat.
    analoginya seperti daur hidup ulat, berporos pada rakyat. dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. itulah sistem demokrasi yang benar dalam lembaga kemahasiswaan di atur pula di dalam keputusan meneteri, maupun UU PT yang baru disyahkan kemarin.

    waah, saya hanya bantu2 aja teman2 di kepengurusan,, hehehe

    ReplyDelete
  23. iya benar seperti itu. tp sepertinya pengunduran pemira ini pihak BEM ijin ke PD 3 tidak ngomong dengan BLM, karena kemarin saya tanya ke anak BLM bahwa pengunduran Pemira itu belum ada ijin ataupun pemberitahuan dari pihak BEM ke BLM, makanya saya mau konfirmasi ke PD3, kenpa ini tidak dimusyawarahkan dulu ke BLM atau HIMPUNAN,,

    wah sukses ya,,,,

    ReplyDelete
  24. waah gitu yaa, salam aja kalo ketemu PD 3. . hehehe.

    sebenarnya gak terlalu minat sm organ2 ini, pengen ku masuk badan semi otonom, kayak jurnalis..
    tapi sayang image mahasiswa poltek yang hanya sebagai orang praktisi menjadi kan sedikit ada batas berkreasi.

    ReplyDelete
  25. heheh
    kalau mau ayo sekalian ikut aja,,, hehe

    owh, kmarin kan ada penawarn jurnalist PPNS km ikut ta?
    owh tp kalau kita bagi waktu pasti bisa ikut jd jurnalis, mau ikut jd jurnalis dmn?

    ReplyDelete
  26. okeee kapan?

    emang ada jurnalis ppns?

    ReplyDelete
  27. heheh
    iya ada tp gak jalan,,,,
    habis ini usulkan lagi,,,

    ReplyDelete
  28. dl lagi jaman kuliah gw sih masa bodo sama begituan, pengkaderan emang cuma sering cari popularitas doang, termasuk di kampus... kalo lo pngen dinilai mampu untuk berkarya kenapa harus ada pengkaderan. sekolah maupun kampus banyak yg salah kaprah.

    ReplyDelete
  29. ikut atau tidak itu sebenrnya hak dari mahasiswa tersebut, karena tujuan orang kuliah kan berbeda ada yang konsen untuk kuliah dan ada juga kuliah dan belajar organisasi...

    ReplyDelete

Terima Kasih Atas kunjungannya, semoga artikel diatas dapat bermanfaat. Jika ada saran atau kritik tolong tinggalkan komentar anda disini dan gunakan kata-kata yang bijak.